Teknik Dasar Pijat Refleksi Yang Harus Dipahami & Dikuasai Pemula

Bagi pemula yang ingin belajar pijat refleksi ada beberapa teknik dasar yang harus dipelajari, dipahami dan dikuasai sebelum sampai pada tahap terampil dan mahir. Pelajaran dasar ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan pengetahuan tentang reaksi balik yang merupakan healing proses setelah pijat refleksi dilakukan. Apabila tahap-tahap teknik dasar pijat refleksi tersebut sudah bisa difahami dan diingat sebagai ilmu dasar yang wajib dilalui, maka anda sebagai pemula dalam pengobatan refleksi ini sudah berada di jalur yang benar.

teknik dasar pijat refleksi

Sebagaimana diketahui teknik pijat refleksi menitikberatkan pemijatan pada daerah atau titik saraf tertentu yang memiliki hubungan langsung dengan kelenjar atau organ dan bagian tubuh lainnya. Melakukan pemijatan dengan memberikan tekanan pada titik saraf tertentu dipercaya akan meningkatkan kinerja dari kelenjar dan organ yang terkait. Kondisi ini secara langsung akan memperbaiki metabolisme dan mempercepat penyembuhan serta mampu melakukan pengeluaran racun dan pada akhirnya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.


Tahapan Teknik Dasar Pijat Refleksi :


Berikut ini adalah garis besar tahapan pelajaran dasar pengobatan refleksi yang harus dipahami dan diingat oleh terapis pemula:

Teknik dasar pijat refleksi dimulai dengan tahap persiapan pemijatan. Pada tahap ini yang harus dipelajari meliputi pengetahuan tentang : letak titik-titk refleksi, fungsi titik refleksi dasar, waktu dan durasi refleksi, kuat lemahnya tekanan pemijatan, perlu tidaknya penggunaan alat pijat refleksi, dsb.

Selanjutnya adalah tahap pelaksanaan pijat refleksi. Yang harus dipahami dan diingat adalah tentang : posisi pasien, kondisi pasien, mana titik-titik refleksi yang diperlukan pemijatan, menggunakan jari atau alat stik kayu, kuat lemahnya tekanan pemijatan, durasi dan frekuensi pemijatan.

Tahapan terakhir dari teknik dasar pijat refleksi yang harus dikuasai pemula adalah pengetahuan tentang reaksi balik pasca pengobatan pijat refleksi dilakukan. Hal yang harus difahami adalah bahwa reaksi balik pasca pemijatan ini bukan atau tidak sama dengan efek samping dari pengobatan.

Di bawah ini adalah penjelasan lebih mendetail dari tahapan penguasaan dasar-dasar pemijatan refleksi pada pasien yang harus dipelajari dan dipahami pemula:

1. Tahap Sebelum Pijat Refleksi Dilaksanakan

Beberapa hal berkaitan dengan teknik dasar pijat refleksi yang perlu diingat dan diperhatikan sebelum dan pada saat pijat refleksi dilakukan pada pasien:
  • Pastikan kondisi terapis sendiri sehat dan dalam stamina yang fit sebelum melakukan pemijatan pada pasien.
  • Kenali lebih dahulu letak dari titik-titk refleksi yang akan diberikan pemijatan.
  • Suatu keharusan bagi terapis untuk faham dan ingat fungsi semua titik refleksi yang akan dipijat. Hal ini tidak bisa ditawar. Karena dengan ini terapis bisa menentukan titik-titik mana saja yang harus dipijit.
  • Selalu siapkan minyak urut karena pasti dibutuhkan.
  • Berikan minyak urut pada area sekitar titik refleksi yang akan dipijit.
  • Tahap awal terapi harus dilakukan setiap hari secara kontinyu selama tiga hari.
  • Bila terapi tahap pertama sudah selesai, lakukan terapi lanjutan dengan jeda tiap tiga hari satu kali.
  • Pada setiap titik refleksi lakukan pemijatan masing-masing selama tiga menit.
  • Tetapi bila penyakitnya dianggap lumayan serius atau cukup parah, pemijatan refleksi bisa di lakukan selama 5 menit.
  • Bila si pasien merasa kesakitan saat dilakukan refleksi, coba kurangi tekanan pada daerah atau titik pemijitan tersebut.
  • Jumlah pemijatan maksimal yang diperbolehkan pada satu titik refleksi pada satu kali terapi adalah sebanyak tiga kali dengan durasi 5 menit setiap kalinya.
  • Jangan sekali-kali melakukan pemijatan atau memberikan tekanan pada titik refleksi yang terluka, baik baru maupun lama.
  • Jangan lakukan pemijatan terlalu keras pada titik refleksi kelenjar dan organ-organ dalam.
  • Untuk saraf dan otot-otot tulang seperti pada belikat, pinggang, ataupun punggung dan saraf tulang lainnya ketika memijitnya disarankan dilakukan dengan agak keras.
  • Pemijatan pada titik refleksi telapak kaki bisa menggunakan alat khusus pijat refleksi terbuat dari kayu yang berbentuk agak runcing di bagian ujungnya.

2. Proses Pelaksanaan Pemijatan Titik-Titik Refleksi

Pada tahap kedua pelajaran teknik dasar pijat refleksi yang juga perlu difahami dan diingat semua terapis adalah:
  • Ada dua posisi yang dimungkinkan untuk pasien selama pelaksanaan pemijatan. Yaitu posisi tidur atau posisi duduk sambil bersandar. Posisi tersebut tergantung dari kondisi pasien dan letak titik refleksi mana yang akan dipijat.
  • Atur agar pasien dalam kondisi rileks, tidak terlalu tegang ataupun gelisah.
  • Karena setiap penyakit memiliki titik pijat yang berbeda-beda, maka lakukan pemijatan hanya pada titik-titik refleksi tertentu yang diperlukan saja.
  • Pada saat melakukan pemijatan pada titik refleksi, terapis bisa memanfaatkan kombinasi penggunaan jempol, jari tangan atau tulang buku-buku jari.
  • Atau kalaupun diperlukan bisa juga menggunakan alat pijat refleksi berupa tongkat kecil dari kayu yang dibuat sedemikian rupa di bagian ujungnya agak meruncing.

Alat Pijat Refleksi dari Kayu

  • Cara pemijatan bisa dimulai dengan memberikan tekanan secara konstan pada titik refleksi yang diterapi. Dari mulai pemijatan secara perlahan kemudian dilanjutkan dengan menambah penekanan pada titik tersebut.
  • Kurangi tekanan pemijatan bila si pasien merasakan pijatan yang terlalu menyakitkan,.
  • Karena pada saat dipijat si pasien adakalanya merasakan kesakitan yang berlebihan, maka bila itu terjadi usahakan terapis untuk mengurangi tekanan pemijatan tanpa menghentikan terapi yang sedang dilakukan.
  • Terapis boleh mengulangi pemijatan pada titik yang sama setelah ada jeda waktu sedikitnya lima menit kemudian.
  • Untuk kategori pasien dengan penyakit stadium sedang sampai berat, terapis bisa memberikan terapi refleksi sebanyak 3 kali dalam satu hari, selama tiga hari berturutan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian terapi satu kali setiap hari sampai pasien merasa kondisi penyakitnya membaik. Setelah itu bisa diteruskan dengan terapi pemijatan refleksi setiap 3 hari sekali sampai pasien benar-benar sembuh.
  • Untuk pasien yang sudah selesai diterapi sarankan agar mau memperbanyak minum air putih untuk memperlancar metabolisme dan mempercepat kesembuhannya.

3. Reaksi Balik (Tindak-Balas) Setelah Terapi Refleksi

Teknik dasar pijat refleksi pada tahap ketiga yang harus dipelajari terapis adalah pemahaman tentang reaksi balik atau tindak-balas setelah pelaksanaan terapi. Reaksi balik merupakan suatu reaksi tubuh setelah diberikan terapi pengobatan pijat refleksi. Tidak semua penyakit yang diterapi refleksi menghasilkan reaksi balik. Reaksi balik hanya terjadi pada kasus-kasus penyakit tertentu saja. Reaksi balik tidak sama dengan efek samping pengobatan. Suatu reaksi-balik atau tindak-balas dalam proses penyembuhan dengan pijat refleksi adalah pengaruh positif yang disebabkan karena adanya reaksi-reaksi di dalam tubuh yang menandakan berhasilnya pengobatan yang dilakukan. Karena itulah reaksi balik seringkali disebut sebagai suatu “healing process”. Dan semua reaksi balik tersebut umumnya bersifat sementara.

Berikut ini beberapa reaksi balik yang sering terjadi pada pasien yang menderita penyakit tertentu.

  • Timbulnya rasa gatal pada titik-titik refleksi setelah diberikan pemijatan.
  • Pembuluh darah pasien yang tampak menonjol. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena ini menunjukkan terjadinya sirkulasi darah yang mengalir lebih lancar dari sebelumnya.
  • Pada pasien dengan diagnosis sakit ginjal:
    • Setelah mendapatkan terapi pengobatan refleksi, biasanya ketika pasien buang air kecil akan mengeluarkan air seni yang berwarna keruh kecoklatan dan dengan bau lebih tajam.
    • Keadaan tersebut di atas menunjukkan sedang terjadi pengeluaran toksik-toksik dari dalam tubuh.
  • Untuk pasien yang menderita sakit pinggang:
    • Setelah dilakukan terapi refleksi selama tiga hari berturut-turut, umumnya pasien akan merasakan keluhan pada pinggangnya terasa lebih sakit dari sebelumnya.
    • Kondisi ini menunjukkan tanda berhasilnya terapi yang diberikan. Teruslah lakukan pemijatan pada titik-titik refleksi pinggang sampai rasa sakit yang dikeluhkan sembuh secara tuntas.
  • Setelah selesai terapi pemijatan seringkali ditemukan naiknya temperatur tubuh pasien. Fenomena seperti ini adalah normal. Karena itu menunjukkan terjadinya reaksi kelenjar dan peningkatan fisiologis dari tubuh setelah perlakuan pemijatan pada titik refleksi.
  • Serngkali pula setelah diterapi ditemukan pasien merasakan sakit pada bagian-bagian tubuh tertentu. Hal yang bisa diterangkan terapis kepada pasiennya adalah kondisi seperti itu merupakan sesuatu yang normal. Gejala tersebut terjadi karena proses recovery sedang berlangsung sebagai akibat dari hambatan-hambatan pada pembuluh darah telah dieliminir yang hasil akhirnya adalah aliran peredaran darah pasien menjadi normal dan lancar.
  • Dan masih ada beberapa reaksi balik yang bersifat healing proses untuk jenis-jenis penyakit lainnya yang akan saya paparkan pada tulisan-tulisan selanjutnya.
  • Langkah penutup pada tahapan terakhir adalah rekomendasikan pada pasien yang telah selesai diberikan terapi, agar meminum banyak air putih setidaknya 2-3 gelas.

Sobat tidak perlu khawatir ataupun sampai menjadi panik bila terlihat reaksi pada pasien seperti yang dipaparkan di atas. Karena hal tersebut adalah suatu gejala yang bagus dan reaksi balik tersebut menjadi indikator bila pengobatan refleksi sudah dilakukan dengan baik dan benar. Bahkan bila terjadi jenis reaksi tidak umum lainnya, tetaplah anda tenang dan terus lakukan saja terapi dengan teratur dan berkesinambungan sampai si pasien sembuh total dari keluhan sakitnya.

Sebagaimana diketahui lamanya terapi refleksi yang dibutuhkan untuk setiap jenis penyakit berbeda beda. Dan itu pun tergantung dari tingkat keparahan penyakit yang diderita pasien. Ada pasien dengan penyakit yang diderita cukup hanya dengan tiga kali terapi daja sudah memperlihatkan kesembuhan. Tetapi tidak jarang ada pula penyakit pasien yang membutuhkan beberapa kali, bahkan belasan kali untuk diterapi sampai penyakitnya sembuh. Oleh karena itu dibutuhkan ketekunan bagi terapis dan kesabaran dari sang pasien untuk mencapai kesembuhan yang sama-sama diharapkan.

Nah, demikianlah sobat calon terapis sekalian sebuah tulisan dari Pijat Refleksi Lampung kali ini. Satu artikel tentang pelajaran dasar teknk pijat refleksi yang harus dikuasai oleh mereka yang akan melakukan terapi pengobatan pijat titik saraf refleksi. Tentunya bagi calon terapis hal-hal tersebut wajib dipahami agar bisa mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang di luar dari kebiasaan setelah terapi pemijatan refleksi dilakukan. Semoga pengetahuan teknik dasar pijat refleksi ini bisa bermanfaat untuk para pemula.

0 Response to "Teknik Dasar Pijat Refleksi Yang Harus Dipahami & Dikuasai Pemula"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel