Sejarah Terapi Bekam dan Perkembangannya di Indonesia

terapi bekam

Sejarah Terapi Bekam

Menurut pelusuran sejarah yang ditemukan diketahui bahwa terapi bekam sudah dipraktekkan semenjak zaman dahulu di kerajaan Sumeria, Babilonia, Saba, Persia Mesir kuno, dan Tiongkok kuno. Berdasarkan buku teks kedokteran tertua Ebers Papyrus, dikatakan bahwa sejak tahun 1550 sebelum masehi orang Mesir kuno sudah mempraktekkan terapi bekam ini.

Pada masa hidupnya Celsus, Hippocrates dan Aulus Cornelius Galen mengenalkan teknik pengobatan dengan cara pembuangan “darah kotor” yang dikeluarkan langsung dari pembuluh darah. Dalam prakteknya metode pengobatan seperti ini seringkali menyebakan pasien pingsan dikarenakan darah yang dikeluarkan cukup banyak. Karena diyakini keberhasilan dan khasiatnya, metode terapi bekam ini juga digunakan oleh para rahib dari bangsa Romawi, Yunani dan orang-orang Eropa. Praktek bekam menggunakan lintah ini masih mereka lakukan sampai saat ini.

Diketahui pula pada zaman Nabi Muhammad, beliau dan masyarakat yang hidup di zamannya menggunakan tanduk kerbau, tulang unta atau gading gajah sebagai alat untuk melakukan bekam. Mereka menamakan terapi ini dengan istilah hijamah yang artinya “pengobatan dengan tanduk”. Pada periode abad 18 bangsa Eropa melakukan pengobatan dengan mengeluarkan darah menggunakan lintah sebagai media bekamnya. Ge Hong, seorang ahli herbal China yang hidup pada kurun tahun 200-an hingga 300-an Masehi menggunakan tanduk binatang sebagai alat bekam untuk menyembuhkan bisul. Sedangkan pada zaman Dinasti Tang terapi bekam digunakan untuk menyembuhkan penyakit TBC.

bekam tanduk
Terapi bekam tanduk (hijamah) menggunakan tanduk kerbau.

Memang pada awalnya terapi bekam ini banyak diragukan bukti ilmiahnya oleh praktisi medis dan para ahli kesehatan Barat karena kurangnya peneltian yang berkaitan. Tetapi pada tahun 2012, beberapa peneliti Australia dan China mendapatkan bukti bahwa metode terapi bekam diketahui efektif dan hasilnya akan lebih efektif lagi bila pengobatan bekam dibarengi dengan perlakuan akupuntur serta pengobatan alternatif lainnya. Saat ini pengobatan terapi bekam telah dimodifikasi secara sempurna dan juga mudah dalam penerapannya serta sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah.

Sejarah Bekam dan Perkembangannya di Indonesia

Sejarah masuknya bekam di Indonesia tidak dapat ditelusuri berdasarkan bukti yang otentik. Karena tidak ditemukan satu pun teks resmi yang menunjukkan informasi mengenai kapan metode pengobatan ini masuk ke Indonesia. Tetapi diduga kuat teknik pengobatan dengan bekam ini masuk berbarengan dengan masuknya agama Islam ke Indonesia yang dibawa oleh para pedagang dari Arab dan Gujarat.

terapi bekam
Terapi bekam atau cupping dengan alat bekam terbaru (modern).

Dari mulut ke mulut diketahui bahwa metode pengobatan bekam ini sudah sejak dulu sudah banyak dilakukan oleh para kyai dan santri-santri di pesantren. Pengetahuan tentang teknik bekam didapat dan dipelajarinya dari kitab kuning dengan metode yang masih sederhana. Teknik yang dipraktekkan yaitu menggunakan api yang berasal dari kapas atau kertas yang dibakar. Api dinyalakan di atas alas logam (biasanya koin), kemudian dengan cepat ditutup dengan gelas. Saat itu teknik terapi bekam seperti ini digunakan untuk mengobati keluhan sakit dan pegal-pegal di badan, sakit kepala dan masuk angin. Perkembangan pengobatan bekam ini mulai dikenal kembali di Indonesia sekitar tahun 1990-an. Diketahui cara terapi bekam ini saat itu diperkenalkan kembali oleh para pekerja, pelajar dan mahasiswa Islam asal Indonesia yang pernah merantau atau belajar di Timur Tengah dan Malaysia. ~Kang Heri

0 Response to "Sejarah Terapi Bekam dan Perkembangannya di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel